Makna Hidup

Hidup tidak hanya untuk menerima pemberian dari yang telah Tuhan sediakan,

tapi kita hidup juga perlu untuk menjaga apa yang telah Tuhan berikan, mengembangkannya dan berbagai dengan sesama

Kamis, 11 Maret 2010

Kisah Paskah


“SEKILAS DENGAN KISAH PASKAH”[1]
Pendahuluan

            Minggu- minggu Paskah (dalam hal ini : peristiwa kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus) sudah didepan mata, meski kehadirannya tidak semeriah Natal, namun pesta Paskah bukanlah kurang besar maknanya bila dibandingkan dengan hari Natal. Sesungguhnya,  makna peristiwa  Paskah  adalah lebih besar dari peristiwa Natal. Karena Natal tidak akan ada bila peristiwa Paskah itu sendiri tidak terjadi. Hari Raya Paskahlah awal dari seluruh kilas balik cerita Natal, kehidupan dan pelayanan Tuhan Yesus. Karena tanpa Paskah, kelahiran dan kehidupan serta pengajaran dan pelayanan Yesus tidak akan ada bedanya dari guru-guru hikmat, para nabi dan Imam pada masa itu. Paskah telah membuka kembali semangat pengembaraan dan petualangan manusia untuk mencari fakta tentang keberadaan dan jati diri Yesus orang Nazaret. Peritiwa  Paskah itu sendiri adalah suatu rangkaian peristiwa mulai dari malam-malam terakhir Yesus, penangkapanNya, pengadilanNya, penyalibanNya, kematianNya, penguburanNya dan puncaknya adalah kebangkitanNya.
Namun pesta Paskah itu sendiri bukanlah suatu perayaan yang baru dan hanya milik orang-orang Kristen karena sesungguhnya Pesta Paskah itu sendiri pada awalnya adalah perayaan orang Yahudi dan sampai sekarang juga masih meraka rayakan sebagai salah satu perayaaan mereka.

PASKAH BAGI ORANG YAHUDI

Paskah di dalam Perjanjian Lama

Paskah (dalam bahasa Ibrani “Pesakh”) berasal dari kata kerja yang artinya ”melewatkan” dengan makna “menyelamatkan” (Kel. 12:13,27, dst). Hal ini mengingatkan kita bagaimana Allah melalui malaikat-malaikatnya melewati rumah-rumah orang Israel yang sudah berlabur darah sehingga ada keselamatan namun membunuh putra-putra sulung Mesir. Dan ini jelas mengingatkan kita kepada keluarnya bangsa Israel dari perbudakan Mesir (kel. 12).
Kemudian hari peristiwa ini mereka rayakan secara berulang-ulang (misynah Pesakhim) setiap tahunnya pada bulan Abib (yang kemudian disebut sebagai bulan Nisan adalah bulan musim menuai dan waktu terjadinya paskah pertama, dijadikan bulan pertama dari tahun Yahudi sebagai penghormatan (Kel. 12 : 2; Ul. 16:1 ; bnd. Im. 23:5 ; Bil. 9:1-5 ; 28:16).
Peristiwa  Paskah di dalam Perjanjian Lama itu ditandai dengan memakan Roti Tidak Beragi sebagai simbol ketergesa-gesaan mereka seolah-olah mereka harus segera berangkat karena waktu yang sangat sempit, paskah ini juga ditandai dengan penyembelihan anak domba jantan yang kemudian dimakan bersama-sama dengan  roti tak beragi tersebut. Penyembelian anak domba jantan ini  mengingatkan mereka tentang pengorbanan darah anak domba menggantikan kematian anak sulung mereka.

Makna teologisnya: bahwa anak domba sulung yang tidak  bercela dan tidak bernoda itu telah menggantikan nyawa dari anak-anak sulung bangsa Israel. Kematian dan pengorbanan anak domba sulung itu menjadi keselamatan dan kehidupan bagi bangsa Israel (umat Allah). Darah anak domba yang tercurah menjadi kesempatan bagi bangsa itu untuk menjalani hidup baru.

Bagi bangsa Israel merayakan Paskah adalah menjadi tradisi yang turun temurun diwariskan kepada generasi mereka. Dan merupakan parayaan terbesar yang mereka laksanakan setiap tahunnya. Dari seluruh negeri bangsa itu setiap orang-orang yang sudah dianggab dewasa (biasanya setelah  umur 12 tahun) diwajibkan untuk datang ke Yerusalem untuk bergabung untuk bersama-sama merayakan Paskah.[2] Perayaan ini kemudian dirangkaikan dengan “Perayaan Pesta Pondok Daun”. Biasanya bangsa Israel dari seluruh negeri sudah tiba di Yerusalem beberapa hari sebelum hari paskah dan biasanya akan banyak yang menjajakan domba-domba paskah di pelataran luar Bait Allah.

Paskah di dalam Perjanjian Baru

Perayaan Paskah di dalam Perjanjian Baru atau di jaman Tuhan Jesus jauh sudah lebih berkembang. Paskah itu masih tetap dirayakan secara bersama dengan seluruh warga atau orang-orang Israel dari seluruh penjuru, mereka datang ke Yerusalem secara berkelompok-kelompok (ingat ketika Tuhan Jesus berumur 12 tahun dimana Ia diajak oleh Bapa-Ibunya ke Yerusalem!). Namun di dalam PB makanan paskah itu sudah bisa dimakan di setiap rumah di seluruh wilayah kota. Tidak hanya satu keluarga saja yang bisa merayakannya ta satu kelompok atau perkumpulanyang sudah dianggab satu ikatan keluarga pun bisa merayakannya (misalnya Yesus dan murid-muridNya).

Namun setelah kota Yerusalem pada tahun 70 M hancur, maka perayaaan Paskah tidak lagi dipusatkan di Yerusalem, karena Yerusalem sendiri telah jatuh ke tangan bangsa  Roma. Keluarga-keluarga Yahudi merayakan Paskah di rumah-rumah – kembali seperti perayaan Paskah di jaman perbudakan Mesir. Sehingga kembali lagi ke tatacara dan bentuk paskah yang pertama.

II. PASKAH BAGI ORANG KRISTEN

Orang Kristen tidak menolak untuk menerima bahwa Peristiwa Paskah di Mesir adalah prototipe Peristiwa Paskah di Kayu Salib. Bukan hanya itu ritus pengorbanan, ritus makan roti tak beragi, dan daging anak domba, juga ritus terlepas dari kematian juga dinyakini adalah prototipe peristiwa-peristiwa Paskah di dalam Yesus. Ritus makan roti tak beragi dinyakini sebagai prototipe dari Perjamuan Kudus dimana roti tawar yang terbelah-belah dijadikan menjadi “menu utama” dari Perjamuan Kudus itu. Daging anak domba yang telah disembelih dinyakini sebagai prototipe tubuh (daging) Kristus yang dibagi-bagikan kepada seluruh yang layak menerima misa, pengorbanan anak domba yang menyelamatkan bangsa itu adalah prototipe pengorbanan Yesus yang menyelamatkan manusia.

Bagi orang Kristen Paskah adalah puncak karya keselamatan yang dibawakan Yesus bagi manusia dan dunia. Peristiwa Paskah itu sendiri didahului oleh berbagai peristiwa yaitu Masuknya Yesus Ke Yerusalem dengan disertai seruan dan Yel-Yel Hosianna, sekarang dirayakan sebagai Minggu Palmarum, setelah itu masuk ke dalam tradisi malam-malam Passion (bagi Kristen Katolik hari-hari terakhir ini mereka beri nama Rabu abu dan Kamis Putih) pada umumnya di hari-hari terakhir ini orang-orang Kristen melakukan puasa dan Perjamuan Kudus, Setelah itu Jumat Agung. Pada hari Raya Jumat Agung ini ibadah biasanya dilaksanakan untuk mengenang Jalan Penderitaan yang ditempuh oleh Yesus (Via Dolorosa)[3], Via Dolorosa ini kemudian dibacakan atau dipragmenkan di dalam ibadah atau kebaktian hening. Hari Raya ini kemudian berlanjut pada hari Minggu dini hari dimana biasanya banyak orang Kristen yang pergi ke kuburan (atau pada jaman ini sudah lebih cenderung diarahkan ke gereja) dan bersama sama dengan orang percaya lainnya mengadakan Kebaktian/Ibadah Subuh (bahasa Batak : Marbuha buha ni Ijuk). Dalam ritus ibadah Subuh ini biasanya ibadah itu akan dilanjutkan dengan “pencarian telur[4] Paskah atau menghias telur atau bermain dengan Kelinci[5]). Siangnya biasanya orang-orang Kristen merayakan paskah itu dengan Ibadah Raya yang dilanjutkan dengan Perjamuan Kudus suatu pertanda sukacita atas kemenangan Kristus atas kematian.

“HAPPY EASTER! HAPPY EASTER INDEED, JESUS IS RISEN!”


[1] Bahan pembekalan “pengetahuan teologi jemaat”, disampaikan pada “Ibadah padang NHKBP Pekalongan tanggal 31 April 2007 di Taman Iman Gua Maria – Ambarawa  oleh Pdt. Bernard H. Pasaribu, Sth.
[2] Selain Paskah, ada 2 perayaan lain yang juga dirayakan secara besar-besaran oleh bangsa Israel yaitu Pesta Pondok Daun (pesta ini dilaksanakan untuk mengenang bagaimana mereka sedang berada di padang gurun, di setiap perhentian mereka pasti akan membangun pondok-pondok yang dibuat dari dedaunan-biasanya perayaan ini dirangkaikan dengan perayaan paskah itu sendiri. Yang kedua adalah Perayaan Pesta Panen (Gotilon) – Pentakosta: hari raya ini meraka laksanakan setelah mereka tiba di tanah Kanaan dan setelah mereka menikmati hasil pertanian dan peternakan mereka di Kanaan.
[3] Istilah “Via Dolorosa “ berasal dari bahasa Latin yang berarti “Jalan Penderitaan” yaitu sebutanuntuk jalan yang dilalui Yesus  dai kota Yerusalem menuju penyalibanNya. Pada abad ke – 8  dibuatlah 14 tempat perhentian di sepanjang rute Via Dolorosa. Tempat-tempat perhentian itu dibuat untuk mengingat kejadian-kejadian penting yang dialami Tuhan Yesus  sepanjang  perjalananNya menuju bukit Golgata. Dari keempat belas tempat perhentian yang dibuat, memang tidak semuanya sesuai dengan  apa yang  dituliskan di dalam Alkitab, beberapa diantaranya berhubungan dengan tradisi dan tidak dituliskan dalam Alkitab.
                Perhentian 1 dimana Tuhan Jesus dijatuhi  hukuman mati oleh Pilatus (Markus 15:15)
                Perhentian 2 dimana Tuhan Jesus mulai memikul salib (Markus 15 : 20b)
                Perhentian 3 dimana Tuhan Jesus jatuh pertama kali
                Perhentian 4 dimana Tuhan Jesus berjumpa dengan ibunya
                Perhentian 5 dimana Simon dari Kirene memikul Salib Yesus (Markus 15 : 21)
                Perhentian 6 dimana seorang wanita mengusap wajah Tuhan Jesus
                Perhentian 7 dimana Tuhan Jesus jatuh kedua kalinya
                Perhentian 8 dimana Tuhan Jesus menghibur wanita Yerusalem (Lukas 23 : 27-29)
                Perhentian 9 dimana Tuhan Jesus jatuh untuk ketiga kalinya
                Perhentian 10  dimana pakaian Tuhan Jesus ditanggalkan (Markus 15 : 24b)
                Perhentian 11  dimana Tuhan Jesus dipakukan di kayu salin (Yohanes 19 : 18 – 19)
                Perhentian 12  dimana Tuhan Jesus meninggal (Matius 27 : 45-51)
                Perhentian 13  dimana Tuhan Jesus diturunkan dari salib (Lukas 23:50-53)
                Perhentian 14  dimana Tuhan Yesus dikuburkan (Yohanes 19 : 41-42).
Pada masa kini disetiap perhentian itu telah dibangun gereja  biara atau  caphel-caphel tempat berdoa. Via Dolorosa ini mengingatkan kita akan penderitaan  Yesus demi menyelamatkan manusia dari hukuman  dosa. Ini sekaligus peringatan bagi kita bahwa ada harga  yang harus dibayar  ketika mengiring Yesus. Yesus berkata : “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus…….memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku” (Lukas 9  23)

[4] Telur identik dengan awal kehidupan. Pencarian dan menghias telur adalah tradisi di Eropa untuk menyatakan bahwa hadirnya kehidupan baru. Yesus yang telah mati dan bangkit kembali telah memberikan kehidupan baru bagi manusia.
[5] Kelinci adalah symbol dari hewan yang sangat subur, di satu waktu melahirkan hewan ini bias melahirkan sampai 8 atau 12 anak sekaligus. Suatu makan dari kebangkita Yesus yang memberikan kesuburan da cepatnya perkembangan dari orang-orang percaya.

Rabu, 10 Maret 2010

Materi Pembinaan GSM : "Teknik Bercerita"



BERCERITA  DI DEPAN ANAK SEKOLAH MINGGU *


                Pada  umumnya teknik yang dipakai guru Sekolah Minggu untuk mengajar anak-anak sekolah Minggu  ialah dengan cara bercerita. Tetapi cerita disekolah Minggu mempunyai makna yang jauh lebih dari sekedar cerita dalam arti umum.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, cerita ialah:
-          tuturan yang membentangkan  bagaimana terjadinya sesuatu
-          omong-omong kosong
-          dongeng
-          karangan yang menuturkan perbuatan, pengalaman atau penderitaan orang, baik khayalan maupun kenyataan
-          lakon yang diwujudkan dalam film, sandiwara atau wayang

Di dalam pelayanan di Sekolah Minggu “bercerita” mempunyai konotasi tersendiri
-          menyampaikan firman /perkataan/ ajaran/ amanah Allah dalam bentuk cerita.
-          Khotbah untuk anak-anak
-          Sama sekali bukan dongeng
-          Kalau peristiwa yang disampaikan, peristiwanya  memang fakta, kisah nyata bukan khayalan atau karangan
-          Sarana untuk menyampaikan pesan/amanat/ajaran Firman Allah yang dapat mengubah kehidupan manusia.

Semua anak senang mendengar  cerita, asal cerita  itu disampaikan dengan cara yang menarik, itu sebabnya diperlukan persiapan yang matang, perlu materi  pembelajaran  yang sudah  disusun  dengan baik, sehingga ketika guru masuk  kelas ia sudah tahu dengan pasti apa yang akan disampaikannya  dan bagaimana ia akan menyampaikannya. Guru Sekolah Minggu harus berusaha keras supaya anak-anak di kelasnya dapat  mengingat Firman yang disampaikannya,  terus   mengingat sapai dapat dilaksanakannya di dalam kehidupannya sehari-hari.
               
                Pada suatu Minggu waktu para guru Sekolah Minggu sedang berdiskusi di salah satu ruang kelas, ibu Netty bertanya, “Pak Jimmy apakah Bapak datang  di KKR hari Ragu lalu? Jawabnya mantap, “tentu saja, hebat sekali pengkhotbah itu luar biasa!” tanya ibu Netty lagi, “Dia khotbah tentang apa?” Pak Jimmy mengaruk-garuk kepala, “Tentang apa ya?! Nanti saya tanya istri saya.  Ma, apa yang dikhotbahkan Rabu lalu?” Ibu Jimmy menjawab, “Iya, tentang apa ya, saya lupa...pokoknya dia penbicara hebat, menarik,menyenangkan! “Pak Jimmy  berusaha mengingat, “Iya tapi  apa yang dibicarakan?” “Wah, lupa tuh!!” jawab istrinya.

Pernahkah  Anda mengalami hal yang serupa seperti dalam ilustrasi tadi, hadir tapi tidak ingat apa yang dikatakan oleh si pembicara. Jika anak-anak di kelas Anda tidak dapat  mengingat apa yang anda ajarkan,  sudah lupa  pada waktu anak tiba di rumah  masing-masing, maka sudah waktunya anda mengubah cara anda  mengajar. Bagaimana caranya supaya anda  dapat membuat cerita  anda begitu  hidup dan mengena sehingga anak-anak di kelas anda tetap mengingat  apa yang anda ajarkan?

BEBERAPA  UNSUR PENTING  YANG HARUS KITA PERHATIKAN PADA SAAT  MENYAMPAIKAN CERITA:

1.       PENDAHULUAN / MENARIK PERHATIAN

Pendahuluan atau menarik perhatian ini sangat penting. Disinilah ditentukan  apakah anda akan berhasil menarik perhatian dan minat anak – sehingga kelas menjadi  hening, atau tidak  - itu berarti kelas menjadi gaduh. Pendahuluan ini harus dapat membangkitkan  rasa ingin tahu anak sejak awal cerita sehingga  anak rela mendengarkan cerita  yang akan Anda sampaikan.

v      Pendahuluan  yang berhasil
a).      Singkat dan hidup
b).     Berkaitan dengan cerita
c).      Kalimat pertama harus langsung menarik
d).     Mulai dengan apa yang diketahui anak
e).      Sesuai dengan usia anak

v      Bagaimana cara menyampaikannya
a).  Dengan pertanyaan, langsung kekelas anda
b).  Dengan mengambil langsung salah satu  bagian pelajaran yang penting dan menarik
c).  Dengan ilustrasi singkat, objek lesson, cerita nyata yang relevan dengan kehidupan anak.
d).  Dengan memberikan teka-teki atau kuis.

v      Yang perlu dihindari
a).  Jangan membongkar dulu rahasia cerita
b).  Jangan menyebutkan judul cerita  yang akan disampaikan
c).  Jangan berteriak-teriak terhadap anak.

2.       BADAN CERITA atau RANGKAIAN PERISTIWA

        Ini merupakan badan cerita  yang terus berkembang, termasuk rincian dari apa yang terjadi dan langkah-langkah yang diambil oleh para tokoh cerita.
v      Bagaimana supaya dapat bercerita dengan baik
a). Baca bagian Alkitab yang akan Anda ceritakan berulang-ulang, juga catatan materi pembelajaran yang sudah anda susun
b).  Perhatikan  daftar urutan  peristiwa yang akan anda sampaikan, biasanya 15 – 20 fakta sudah cukup
c).  Berlatihlah cerita berdasarkan garis besar urutan peristiwa, sehingga anda tidak berputar-putar. Supaya lancar paling sedikit  anda harus berlatih tiga kali.
d).  Latihan suara /intonasi/ekspresi juga perlu.

v      Bagaimana cara menyampaikannya
a).  Dengan penuh perasaan – biarkan cerita itu menjadi hidup melalui diri anda
b).  Setiap kata yang anda pakai harus dapat dimengerti anak, pergunakan  kalimat pendek dan jelas
c).  Ingat selalu tujuan cerita anda
d).  Pribadi Allah/Tuhan Jesus  harus menjadi FOKUS
e).  Dengan gerekan tubuh yang tepat
f).  Dengan suara yang jelas dan cukup keras untuk dapat didengar semua anak yang ada di dalam kelas anda. Intonasinya pun harus sesuai.

v      Yang harus dihindari
a).  Gerakan tubuh yang tidak perlu/kebiasaan buruk anda
b).  Menggunakan istilah Kristen yang lazim tapi artinya tidak jelas
c).  Bahasa yang terlalu tinggi, yang memuaskan guru tapi tidak dimengerti anak.

3.       KLIMAX

Ini merupakan puncak cerita , saat inilah masalah atau problema diselesaikan
v      Bagaimana supaya klimax jadi menarik
a).  Perhatikan garis besar yang anda buat, dan beri tanda  dimana anda akan membuat mjd klimax
b).  Berlatilah  bagaimana anda akan mengungkapkannya

v      Bagaimana cara menyampaikannya
a).  Dengan bersemangat – bawa cerita anda pada titik klimax
b). Dramatisir – supaya emosi anak-anak di kelas anda terhanyut  dalam peristiwa yang anda sedang ceritakan.
c). Dengan penuh kenyakinan – jangan biarkan klimax leat begitu saja tanpa makna, kalau perlu ulang dan tekankan dengan tegas.

4.       PENUTUPAN/ KESIMPULAN

Akhirnya anda sudah sampai diakhir cerita. Langkah-langkah yang diambil sudah lengkap. Ingat pada saat ini perhatian anak sudah mulai mengendur.

v      Bagaimana supaya penutup  atau kesimpulan anda berhasil
a).  Rencanakan penutup secermat anda merencanakan pendahuluan
b).  Kaitkan penutup dengan pendahuluan
c).  Kaitkan juga dengan kehidupan anak-anak yang  sedang anda layani
d).  Kalau perlu, beri tantangan  supaya anak-anak  mengambil keputusan yang penting bagi diri mereka sendiri-sendiri

v      Bagaimana cara menyampaikan
a).  Buatlah singkat – jangan bertele-tele
b).  Nyatakan kesimpulan anda dengan jelas dan tegas – jangan terus mengajar, sekarang saatnya mengakhiri cerita anda.


5.       HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN

Ø       Berlatih sebelum menyampaikan cerita anda  kepada anak-anak – berlatih dengan bersuara. Jangan Cuma  cerita dalam hati, kalau perlu berlatih  di depan cermin
Ø       Suara anda harus cukup keras  untu dapat didengan oleh semua anak yang ada di dalam kelas anda.
Ø       Jangan bicara terlalu cepat, ucapan setiap  kata harus jelas.
Ø       Tatap mata anak- anak anda. Eye contact itu sangat penting
Ø       Cerita denga bersemangat
Ø       Jalau anda menggunkan alat peraga, harus cukup besar untuk dapat dilihat oleh semua anak
Ø       Susun alat peraga  anda dengan baik, jangan buang  waktu  mencari-cari alat  peraga yang akan dipakainya .
Ø       Bahasa yang digunakan harus  dapat dimengerti oleh anak, jangan menggunakan istilah teologi. Kalau mau menggunakan istilah yang surga, harus dijelaskan  sehingga semua  mengerti.
Ø       Diatas segalanya anda harus berdoa minta Allah  terus menolong  anda mengembangkan kemampuan anda bercerita  demi kemuliaan  namaNya dan keselamatan banyak anak.

Jadi mengetahui bahwa si pembicara itu seorang yang hebat, yang mempunyai kepribadian yang menakjubkannya, tidak dapat  memecahkan masalah bagaimana membuat orang mengingat apa yang dikatakannya. Jadi yang perlu  bukan apa yang dikatakan saja melainkan  bagaimana anda mengatakannya. Tehnik  yang baik, sedikit didramatisir, pembahawaan yang bersemangat, kontak mata, dan tentu saja  topik yang relevan bagi anak akan menolong anak  untuk dapat mengingat apa yang dikatakan sang Guru. Marilah kita bertekad  bulat untuk dapat berbuat  sebaik-baiknya dan memasukkan ke dalam cerita  kita segala hal  yang dapat mendatangkan perubahan  didalam kehidupan anak didik kita secara pribadi! To God  be the gkory.


*   Materi Dalam Pembinaan Guru-Guru Sekolah Minggu HKBP Ressort Pekalongan,  2010,
    By: Pdt. Bernard H. Pasaribu, M.Min.



*

Doa Yang Terkabul


Sebuah Renungan :
”  Doa Yang Terkabul ”

Sebuah kapal karam di tengah laut karena terjangan badai dan ombak hebat. Hanya dua orang lelaki yang bisa menyelamatkan diri dan berenang ke sebuah pulau kecil yang gersang. Dua orang yang selamat itu tak tahu apa yang harus dilakukan. Namun, mereka berdua yakin bahwa tidak ada yang dapat dilakukan kecuali berdoa.

Untuk mengetahui doa siapakah yang paling dikabulkan, mereka sepakat untuk membagi pulau kecil itu menjadi dua wilayah.
Dan mereka tinggal sendiri-sendiri berseberangan di sisi-sisi pulau tersebut.

Doa pertama mereka panjatkan, mereka memohon agar diturunkan makanan. Esok harinya, lelaki ke satu melihat sebuah pohon penuh dengan buah-buahan tumbuh di sisi tempat tinggalnya. Sedangkan di daerah tempat tinggal lelaki yang lainnya tetap kosong.

Seminggu kemudian, lelaki yang ke satu merasa kesepian dan memutuskan untuk berdoa agar diberikan seorang istri. Keesokan harinya, ada kapal yang karam dan satu-satunya penumpang yang selamat adalah seorang wanita yang berenang dan terdampar di sisi tempat lelaki ke satu itu tinggal. Sedangkan di sisi tempat tinggal lelaki ke dua tetap saja tidak ada apa-apanya.

Segera saja, lelaki ke satu ini berdoa memohon rumah, pakaian, dan makanan. Keesokan harinya,seperti keajaiban saja, semua yang diminta hadir untuknya. Sedangkan lelaki yang kedua tetap saja tidak mendapatkan apa-apa. Akhirnya, lelaki ke satu ini berdoa meminta kapal agar ia dan istrinya dapat meninggalkan pulau itu. Pagi harinya mereka menemukan sebuah kapal tertambat di sisi pantainya. Segera saja lelaki ke satu dan istrinya naik ke atas kapal dan siap-siap untuk berlayar meninggalkan pulau itu. Ia pun memutuskan untuk meninggalkan lelaki ke dua yang tinggal di sisi lain pulau. Menurutnya, memang lelaki kedua itu tidak pantas menerima berkah tersebut karena doa-doanya tak pernah terkabulkan.

Begitu kapal siap berangkat, lelaki ke satu ini mendengar suara dari langit menggema, "Hai, mengapa engkau meninggalkan rekanmu yang ada di sisi lain pulau ini?" "Berkahku hanyalah milikku sendiri, karena hanya doakulah yang dikabulkan," jawab lelaki ke satu ini. "Doa lelaki temanku itu tak satupun dikabulkan. Maka,ia tak pantas mendapatkan apa-apa." "Kau salah!" suara itu membentak membahana. "Tahukah kau bahwa rekanmu itu hanya memiliki satu doa. Dan, semua doanya terkabulkan. Bila tidak, maka kau takkan mendapatkan apa-apa."

"Katakan padaku," tanya lelaki ke satu itu. "Doa macam apa yang ia panjatkan sehingga aku harus merasa berhutang atas semua ini padanya?" "Ia berdoa agar semua doamu dikabulkan!"

-----------------------------
Kesombongan macam apakah yang membuat kita merasa lebih baik dari yang lain? Sadarilah betapa banyak orang yang telah mengorbankan segala sesuatu demi keberhasilan kita. Tak selayaknya kita mengabaikan peran orang lain, dan janganlah menilai seseorang/sesuatu hanya dari "yang terlihat" saja.

Eksposisi : Simon Petrus



“Simon Petrus”[1]

Pengantar
Perjalanan hidup Petrus merupakan suatu perjalanan hidup yang penuh dinamika yang menarik. Dari seorang yg tdk terpelajar (Kis. 4 : 13), ia mjd pengajar byk org, bahkan kedua suratnya hingga kini dibaca oleh orang-orang diseluruh pelosok dunia  sbg suatu tulisan dgn ilham dr Roh Kudus yg sarat dgn pengajaran yg penting. Dr seorang yang cepat bertutur kata  tanpa pertimbangan yg matang. Ia telah berubah mjd sosok pengkhotbah yg sgt diurapi shg khotbah pertama saja telah mempertobatkan  sbyk 3.000 org. dari seorang nelayan yg bergelut dgn ikan setiap harinya, ia mjd seorang rasul bahkan salah satu dari soko guru jemaat, seorang pemimpin yg terpandang

                Siapakah Petrus?  kitab-kitab Injil, Kisah Para Rasul, Surat-suarat Paulus dan dan Surat yang ditulis Petrus  sendiri memberikan keterangan yng cukup untuk kita bisa memahami kebaradaan Petrus. Petrus pada awalnya adalah seorang yang terampil sebagai nelayanyang berpengalaman, kemungkinannya ia adalah ketua dari sekelompok nelayan, ia kurang lebih sebaya dengan Yesus , berasal dari Betsaida di wilayah Galilea, dibagia timur danau Tiberias, anak dari keluarga nelayan. Ayahnya bernama Yohanes , mempunyai saudara laki-laki bernama Andreas dan mempunyai istri dan ibu mertua yang hidup bersama-sama dengan dia. Yesus pertama sekali melihat Dia di Betania, seberang sungai Yordan. Yesus melihat dan memanggil Andreas dan Yohanes (murid-murid Yohanes Pembaptis), lalu Andreass membawa Petrus kepada Yesus selama Paskah yahudi saat itu. Perjumpaan Yesus dan Petrus  kemudian terjadi di Kapernaum (sebelah barat danau Tiberias). Ketika Petrus telah pindah tempat tinggal di kapernaum. Dia dan saudaranya  Andreas sedang menangkap ikan. Yesus melihat mereka. Ia naik ke dalam perahu mereka. Yesus mengajar orang banyak dari atas perahu itu. Kemudia ketika selesai mengajar Yesus mengajak mereka untuk menangkap ikan  - suatu yang tidak masuk akal untuk dilakukan pada saat itu karena hari telah terang – waktu yang tidak tepat untuk menangkap ikan. Apa yang terjadi, mereka menangkap ikan yang sangat banyak. Dan sejak saat itulah Petrus meninggalkan segala sesuatunya dan mengikut Yesus (Lukas 5 : 11).

Nama asli Petrus  adalah Simon, yg merupakan perubahan  dari nama Simeon, suatu nama yg sgt umum bg kalangan Yahudi pd waktu itu. Simon artinya “mendengarkan”. Simon mendapatkan nama baru dari Tuhan Yesus, yaitu Petrus, ketika ia dgn  pertolongan Bapa menyatakan siapa Yesus yg sebenarnya.  Petros dlm bhs Yunani dan Kephas  dlm bhs Aram, mempunyai arti yg sama, yaitu “batu karang” . Penggantian nama dari Simon mjd Petrus, seolah menggambarkan  perjalanan hidup Petrus yg tadinya hanya “mendengarkan”  tetapi kini mjd “pelaku” bahkan mjd “batu karang fondasi “ yg kokoh.Perjumpaan Petrus dgn Tuhan Yesus telah mengubah hidupnya.

Beberapa hal yang sangat penting yang perlu kita ketahui dari kehidupan Petrus :
01.  Pendirian yang tidak stabil, 
Petrus memang terkenal sbg murid yg reaktif (spontan). Tindakan-tindakan spontannya itu terkadang menunjukkan dia sebagai seorang yg tdk konsekuen (seseorang yang cepat beubah-ubah).  Di satu sisi tindakan yg cepat memberikan reaksi memang mempunyai sisi yang positif dan akan tetapi disisi yang lain sikap yang demikian cenderung negatifnya 
Sisi positif adalah : tidak membuang-buang waktu  dan dgn sgra melakukan apa yg harus dilakukan.
Sisi negatifnya adalah : jika kecepatan memberikan reaksi tersebut tidak diiringi dgn kecepatan berpikir mk kita dpt mengalami hal-hal yg merugikan. Petrus dikenal jg sbg org yg bukan saja cepat bereaksi namun  jg cepat berubah dari sisi ekstrim yg satu ke sisi ekstrim yang lain. Sifat ini sgt mungkin dipengaruhi  oleh karakter  orang Galilea dimana Petrus  dibesarkan, yg umumnya bersifat independen, enerjik, ceplas-ceplos apa adanya dan sgt transparan. Sgt mungkin jg , inilah yg membuat Yesus memberikan nama baru kepadanya dari Simon atau Simeon  mjd Petrus atau Kefas, yg artinya batu Karang, agar karakternya berubah semantap batu karang.

a.  Dalam Yohanes 13 : 4 – 9 kita bisa melihat bagaimana sikap reaktif dan spontanitas petrus itu muncul  di dalam waktu yang begitu singkat Petrus bisa mengalami perubahan 180 %. Dia yang awalnya tidak mau dibasuh kakinya dgn cepat minta dibasuh tangan dan kepalanya sekaligus alias dimandikan. Satu perubahan yg drastis! Ia cepat mentakan bahwa ia tidak mau dibasuh kakinya, namun cepat berbbalik minta dibasuh tangan dan kepalanya.

b.  Suatu ketika Yesus mengatakan bahwa iman mereka semua akan tergoncang. Petrus dgn cepat menampiknya dan berkata “Biarpun mereka semua terguncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak” Pterus capat sekali bereaksi tanpa memikirkan peristiwa apa yg sebenarnya akan tjd shg Yesus berani memastikan bahwa iman mereka semu akan terguncang. Kemudian Yesus berkata bahwa Petrus  bukan saja akan tergoncang imannya, tp ia juga akan menyangkalnya. Petrus kembali bereaksi dgn cepat  dan berkata, “sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal engkau “ (Mat. 26 : 31 – 35).

c.  Ketidakstabilan emosi ini sangatlah bahaya karena bisa disusupi oleh si Iblis. Ini jg  tjd pd Petrus. Baru saja beberapa menit yg lalu ia dipakai Allah untuk menyatakan siapa Yesus yg sebenarnya dgn mengatakan “Éngkau adalah Mesias, Anak Allah yg hidup” (Mat. 16 : 16) kemudian Petrus yg sama tidak lama kemudian “dipakai” oleh Iblis untuk memberikan nasehat yang salah kepada Yesus, itu sebabnya Yesus menghardik Petrus dgn keras, “enyahlah iblis, engkau satu sandungan bagiKu, sebab engkau bukan memikirkan apa yg dipikirkan Allah, melainkan apa yg dipikirkan manusia” (Mat. 16 : 23).

Dari apa yg telah ditunjukkan  dan dialami oleh Petrus, kita melihat bahwa cepat berkata-kata, cepat berubah dari ektrim kiri ke ekstrim kanan, sifatnya yg tdk mantap, dpt mendatangkan hal-hal yg merugikan bahkan dpt “disusupi” oleh si jahat. Oleh karena itu, marilah kita bijak di dalam bertutur kata dgn memikirkan terlebih dahulu.

02. Dari seorang Pengusaha Menjadi Rasul (Markus 10 : 28 – 30 )

Kalaulah ada seorang murid Yesus yg mempertanyakan “kami ini telah meninggalkan sgl sesuatu & mengikut Engkau; jd apakah yg akan kami peroleh?” itu adalah Petrus (Mat. 19 : 27). Mungkin kita bertanya-tanya, apa sajakah  yg telah ditinggalkan oleh Petrus?
Dinyakini  Petrus adalah seorang nelayan yg sukses sebelum ia mjd murid Yesus. Hanya org-org mampu dan kayalah yg bisa melakukan perpindahan dari Betsaida (Yoh. 1 : 44) ke Kapernaum (Mrk. 1 : 21, 29) bersama-sama dgn seluruh keluarganya. Pada jaman itu, Kapernaum adalah pusat kota administrasi dari daerah Galilea, harga tanah di kota ini sgt mahal. Rumah Petrus adalah rumah yg cukup besar, kemungkinan sekali terdiri  dari dua lantai, dan ini hanya mungkin dimiliki  oleh orang-orang yg mampu. Di rumah yang besar itu,  ia tinggal bersama dengan istri dan mertuanya, juga adiknya, Andreas. Alkitab juga mencatat, Yesus pernah tinggal dan bermalam  disana bersama murid-murid yg lain  (Mrk. 1 : 29, 36 ; 2 : 1 , 4)  dinyakini jg bahwa rumah dimana empat org pengusung membawa seorang yg lumpuh kpd Yesus, adalah rumah Petrus (Luk. 5 : 17 – 26).

Sekalipun Paulus pernah menyebutkan bahwa Petrus membawa istrinya di dalam perjalanan pelayanannya (I Kor. 9 : 5) ttp sgt pasti bhw seringkali istri dan keluarganya terpaksa ia tinggalkan ketika ia pergi memberitakan Injil ke berbagai tempat. Demikian juga mata pencaharian dan karirnya sebagai nelayan yg sukses, ia tinggalkan. Petrus tdk lg mempunyai byk uang,  utk membayar bea bait Allah saja,  ia tidak ada. Sehingga Yesus harus menyuruhnya memancing untuk mendapatkan ikan. Dan di  mulut ikan tersebut ia akan menemukan uang untuk membayar bea Bait mereka (Mat. 17 : 27).
Pada kesempatan yg lain, ia mengaku kepada seorang pengemis yang buta bahwa ia tidak mempunyai apapun materi yang bisa diberikannya kepada pengemis tsb. Tetapi Petrus memberikan apa yang ada padanya yaitu “kesembuhan di dalam nama Yesus” (Kis. 3 : 6).
Sungguh luar biasa perjalanan hidup Petrus. Ia rela meninggalkan  segala-galanya demi Yesus dan demi memberitakan Injil, agar banyak org yang terselamatkan. tentu saja pengorbanannya bukanlah pengorbanan yg sia-sia karena Yesus telah berkata bahwa setiap org yang meninggalkan sesuatu di dunia ini demi namaNya dan demi Injil, akan menerimanya kembali 100 kali lipat pada masa ini dan juga pada masa yg akan datang (Mrk 10 : 30).

03. Iman dan Keberaniannya,
Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepadaMu berjalan diatas air”, pernyataan  dr Petrus ini merupakan bukti dr iman  serta keberanian yg teguh. Dari semua murid-murid  yg ada di dlm perahu saat itu, hanya Petrus satu-satunya yg berani berkata demikian. Dlm pernyataan Petrus ini terkandung kenyakinan iman  bahwa ia pasti sanggub berjalan diatas air, jika Yesus yg menyuruhnya. Ia sungguh percaya bahwa dgn Yesus ia dapat melakukan perkara-perkara yg besar dan mustahil.  

Iman Petrus dinyatakan melalui keberaniannya melangkah keluar dari perahu  dan berjalan diatas air! Sungguh merupakan tindakan iman yg luar biasa. Sementara murid-murid yg lain dlm keadaan takut. Petrus melangkah keluar  dgn iman dan ternyata ia bisa berjalan diatas air.  Di seluruh Alkitab, kita tidak akan menemukan orang lain yg berjalan diatas air , kecuali Yesus dan Petrus. Kita bisa mengerti mengapa Yesus bisa berjalan diatas air; karena Dia adalah Tuhan, Dia berkuasa atas alam semesta. Tetapi Petrus adalah manusia biasa seperti kita, ia bukanlah Tuhan dan juga ia tidak punya ilmu meringankan tubuh. Kemampuan Petrus berjalan diatas air disebabkan karena imannya yg bisa menghadirkan kuasa Allah. Ia beriman dan berani bertindak sesuai dgn imannya.
Philips Brooks mendefinisikan iman di dalam bhs Inggris “FAITH” dgn kalimat Forsaking  All, I Take  Him” yg artinya : “ Lupakan Semua , saya pegang Dia”. Mengaktifkan iman adalah dgn meninggalkan tempat kita berdiri sekarang dan melompat ke tangan Yesus dgn kenyakinan yg penuh, bahwa ia sanggub menangkap serta menggendong kita di tanganNya.  Sama halnya ketika kita  mencoba  berenang, sebelum berenang kita harus percaya bahwa kita bisa mengapung di atas air.  Begitu pula sebelum melakukan tindakan, kita hrs menaruh  iman dan percaya kita kpd  Yesus bhw Dia sanggub melakukan apa yg mustahil menurut kita. Kenyakinan iman ini penting, karena inilah yg akan mendorong kita utk berani  melangkah serta melakukan sesuatu.

Memang di dlm kehidupan ini kebimbangan seringkali menguasai kita. Tetapi saat “perahu” kita diombangambingkan gelombang. Yesus selalu hadir dan berkata “tenanglah! Aku ini, jangan takut”.  Ia bahkan tdk jarang menyuruh kita berjalan diatas air seperti Petrus. Masalahnya apakah kita berani bertindak seperti Petrus, atau memilih seperti murid-murid lainnya yg diliputi rasa takut dan terus berdiam diri di dlm perahu. Tuhan Yesus berkata agar kita mempercayai Dia sepenuhnya, dan Petrus telah membuktikannya dgn berjalan diatas air menemuiNya.  Hanya iman dan keberanian yg teguh yg akan menyanggubkan kita

04. Simon adalah Petrus   -  Sang “ Batu Karang”

Yesus pernah memuji Petrus atas pengakuan yg ia berikan ttg siapakah Dia ”Engkau adalah Mesias, Anak Allah yg hidup” itulah pengakuan Petrus ktk  Yesus bertanya kpdnya ttg siapakah diriNya. Yesus mengatakan bahwa pengakuan Petrus  tersebut adalah ilham dari sorga (karunia dari Bapa) yg bukan merupakan buah pikiran manusia. Atas dasar pengakuan Petrus inilah, Yesus memberikan pernyataan penting  ”....diatas batu karang ini, Aku akan mendirikan jemaatKU dan alam maut  tidak akan menguasainya”.  Jemaat Tuhan atau gereja Tuhan akan berdiri  diatas pengakun bahwa Yesus adalah Mesias. Yesus adalah Yang Diurapi, Yesus adalah Anak Allah yg hidup. Jemaat dibangun berdasarkan fakta yg dinyatakan Allah mengenai Kristus  yg jg diakui oleh Petrus. ( 1 Kor. 3 : 11 ; 1 Petrus 2 : 4)
Yesus berjanji kpd Petrus bahwa kepadanya akan diberikan kunci Kerajaan Sorga. Kunci melambangkan kuasa untuk membuka . Kunci Kerajaan Sorga disini adalah kesempatan dan kuasa untuk membawa org2 kpd Yesus.  Petrus menggenapi hal itu : pertama-tama : dgn membuka pintu kekristena ktk tjd peristiwa pentakosta  dimana 3.000 org bertobat  pd khotbah pertamanya di harinya yg pertama (Kis 2). Kedua,  Petrus juga diutus ke tanah Samaria  agar org2 disana menerima kepenuhan Roh Kudus (Kis 8), ketiga,  Petrus jg diutus ke rumah Kornelius untuk membuka pintu keselamatan bg orang2 kafir (Kisa 10).
Diatas pengakuan yg didasarkan pd iman kpd Yesus, hidup kita akan dibangun dan diperlengkapi dgn kuasa untuk membuka pintu Kerajaan Sorga dan membawa jiwa-jiwa kpd Bapa.

05. Hamba yang pernah gagal

Ada sebuah ungkapan dlm bhs Inggris yg berkata ”it’s better to be a follower  who fails, than one who fails to follow”  memang benar,  adalah lebih baik menjadi pengikut yang gagal dari pada gagal mjd pengikut”.
”Pengikut yang gagal” dan ”gagal menjadi pengikut ” adalah dua hal yg sangat berbeda. Pengikut yg gagal adalah org yg sdh memutuskan untuk mjd pengikut atau murid akn ttp di dlm perjalanan hidupnya sbg seorang murid, ia mengalami kegagalan. Sedangkan orang yang gagal mjd pengikut, adalah org yg sama sekali tdk mjd pengikut atau murid. Ada orang yg berkata , ”lebih baik seperti aku yg sama sekali tdk mjd pengikut Kristus, drpd org yg mjd pengikut Kristus  ttp jatuh ke dalam dosa.”  ini adalah pendapat yg salah, karena mjd pengikut Kristus tdk scr otomatis  menjadikan kita orang-orang yg kebal akan dosa atau tidak bisa jatuh ke dlm dosa. Para Pengikut Kristus adalah org2 yg sdg berusah mjd seperti Kristus, ini artinya bahwa mereka belum sempurna dan bisa saja jatuh ke dalam dosa.

Petrus yg selalu ”bermulut besar” dgn mengucapkan pernyataan-pernyataan yg luar biasa, suatu saat ketika situasi sgt menekannya,  ia akhirnya menyangkal Yesus. Namun setelah menyangkal Yesus, Petrus menangis tersedu-sedu karena penyesalan yg sangat mendalam. Ia teringat akan perkataan Yesus yg telah menubuatkannya bahwa ia akan menyangkal Gurunya. Ia tidak bisa mempertahankan kesetiaannya, meskipun hati kecilnya selalu bertekad utk setia kpd Yesus. Sejak Yesus ditangkap , ia selalu mengikutiNya dr kejauhan, ttp malam itu hatinya diliputi ketakutan yg luar biasa shg ia tidak berani mengaku bahwa ia adalah salah satu murid Yesus.

Dua orang murid telah mengkhianati Yesus! Yang pertama,  adalah Yudas, ia menjual Yesus dgn tiga puluh keping perak. Kemudian menyusul lagi Petrus,  ia menyangkal Yesus dgn berkata bahwa ia sama sekali tdk mengenal Yesus. Kedua orang ini sama-sama melakukan kesalahan besar, mereka berdua  adalah pengkhianat. Ini benar, tetapi tindakan mereka selanjutnya setelah melakukan kesalahan, itulah yg membedakan jalan hidup dan masa depan mereka. Yudas memilih untuk membunuh diri, Petrus memilih untuk memperbaiki hidupnya. Belakangan kita mengenal Petrus sbg org yg begitu gigih di dlm melayani Tuhan dan jemaatNya. Orang bijak berkata : ”tidaklah penting berapakali seseorang itu jatuh, yg penting adalah  berapa kali ia bangkit”

Kegagalan yg pernah dilakukan Petrus sbg pengikut Yesus, dan penyesalannya yg diwujudkan dlm btk pertobatan yg sungguh-sungguh kiranya mjd pelajaran penting bg kita. Bahwa Yesus tdk pernah membuang kita krn kegagalan kita. Yg penting bagi Dia adalah tekad kita utk kembali memperbaiki jalan hidup kita.

06. Petrus adalah Hamba yang  diubahkan

Kebangkitan dan kenaikan Yesus ke surga yang kemudian digantikan dengan turunnya Roh Kudus adalah titik perubahan yang paling radikal di dalam diri dan hidup Petrus. Perubahan-perubahan yang paling nyata, diantaranya:
a).  Ia menjadi orang yg setia berdoa. Pd waktu berita ttg kebangkitan Yesus sampai ke telinganya,  ia langsung berlari ke kubur Yesus utk memastikan kebenaran berita tersebut.  Meskipun ia pernah mengkhianati Yesus, tetapi ia tahu bahwa ia masih punya kesempatan utk memperbaiki semuanya serta mendedikasikan hidupnya sungguh-sungguh kpd Yesus. Petrus menyaksikan Yesus naik ke surga dan ia semakin nyata yakin bhw Yesus adalah Tuhan yang berkuasa atas maut. Sejak saat itu Petrus mjd pendoa yg setia, ia menggabungkan diri dgn murid-murid lain serta perempuan2 saleh utk berdoa. Dlm beberapa pasal, kitab Kisah Para Rasul menuliskan bagaimana Petrus secara teratur hadir di Bait Allah, berdoa serta memberitakan Injil. Rupanya doa sudah menjadi gaya hidupnya, ia setia berdoa dimana pun berada. Bahkan doa-doanya kadangkala disertai dgn penglihatan (Kis. 9 : 40; 10:9 – 10).

b).   Penuh dengan Roh Kudus, dulu Petrus menyangkal Yesus karena ia takut. Tetapi sesudah Pentakosta, Petrus yg ragu-ragu kini berkhotbah dgn berani di hadapan tua-tua Yahudi, ahli-ahli Taurat dan Imam Besar. Kuasa Roh Kudus membangkitkan keberanian di dlm diri Petrus shg tanpa rasa takut ia menceritakan ttg Yesus dan keilahianNya serta memerintahkan para pendengarnya untuk bertobat. Khotbahnya yang penuh dengan kuasa Roh Kudus ini menobatkan 3.000 jiwa pada hari itu.

c).   Melakukan Mujizat, Pengalaman Petrus memang berbeda dgn rasul-rasul lainnya. Pelayanannya ditandaii dgn mujizat yg semakin memasyurkan nama Yesus. Ia menyembuhkan org lumpuh yg meminta sedekah kepadanya; bayangannya dapt mendatangkan kesembuhan bagi mereka yg kena bayangan tersebut. Dan yg plg menajubkkan lg di dalam pelayanannya, Petrus pernah membangkitkan org mati, yaitu seorang wanita yg bernama Dorkas. Kuasa Tuhan bekerja di dalam diri Petrus secara luar biasa.

Pengalaman Petrus ini merupakan bukti bhw Tuhan bisa  mengubahkan, memulihkan serta memakai siapa saja yg mau berubah dan percaya kepadaNya. Mungkin saya, anda atau kita sudah berdosa, namun Tuhan bisa memakai kita lebih lagi jika kita bertobat sungguh-sungguh.

Penutup

                Akhirnya  kita bersama-sama tahu bahwa Petrus merupakan salah satu rasul yang sering masuk Penjara karena kesetiaannya memberitakan Injil Kristus, namun berkali-kali juga ia dilepaskan Tuhan dengan kuasa yang luarbiasa. Tradisi Kekristenan kemudian mencatat bahwa di hari-hari tuanya,  Petrus mengunjungi Kota Roma dan memberitakan Injil Tuhan ditengah-tengah jemaat Roma. Di Roma jugalah ia menghembuskan nafasnya yg terakhir.  Ia mati dengan kematian yang sangat mengerikan “ disalibkan dalam keadaan terbalik sesuai dengan permintaannya sendiri, karena ia merasa tidak pantas mati seperti kematian guruNya.  Dia dimakamkan agak jauh dari tempat penyalibannya disuatu tempat yg sekarang merupakan altar pengakuan di Basilika Santo Petrus.  Gereja kemudian menentukan tanggal 29 Juni sebagai hari peringatan terhadap Rasul Petrus bersamaan dengan Hari Rasul Paulus.

Ada banyak  Keteladanan yang bisa kita dapat petik dari pengalaman Rasul Petrus :
Pertama, kita belajar  dari spontanitasnya yg bertanggungjawab
Kedua,  kita belajar dari semangatnya yang luar biasa dalam mencintai dan mewartakan Yesus
Ketiga, kita belajar jujur dan rendah hati, meski gagal karena tidak setia namun bertobat dan penuh semangat mewartakan sang  Juruslamat.





----------------------------------------------------------------------------------------------------------
[1]“Bahan ini disampaikan ketika mengisi Acara di Radio Blessing Family FM Pekalongan, 13 Mei 2009, oleh Bapak Pdt. Bernard H. Pasaribu, STh.